:Promotor
konser musik Big Daddy berencana mendatangkan Lady Gaga ke Gelora Bung
Karno, Senayan, pada 3 Juni 2012. Perencanaan matang untuk menyambut
pelantun lagu
Born this Way ini sudah dilakukan. Bahkan tiket sudah terjual sejak awal Maret.
 |
| Add caption |
Sebulan
sebelum panggung digelar, sejumlah orgnisasi masyarakat menolak
kedatangan Lady Gaga. Bahkan Majelis Ulama Indonesia mengharamkan
kedatangan penyanyi Amerika itu. Begini kronologi konser Lady Gaga sejak
perencanan hingga penolakan.
29 Februari 2012
Big Daddy
mengumumkan akan menggelar Konser Lady Gaga pada 3 Juni 2012 di Gelora
bung Karno, Senayan. Kata Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli,
panggung di Jakarta akan menjadi penutup tur Lady Gaga di Asia, sebelum
penyanyi Born This Way itu bertolak ke Australia dan New Zeland.
9 Maret 2012
Sekitar pukul 22.00, pelataran Mal FX sudah penuh ratusan orang. Mereka
dalah calon penonton konser Lady Gaga yang rela menginap untuk membeli
tiket. Panitia membuka loket tiket pada Minggu pagi, 10 Maret 2012.
10 Maret 2012
Tiket konser Lady Gaga mulai dijual. Tiket dilepas dengan harga Rp 465
ribu untuk tribun II, tribun I dan festival seharga Rp 750 ribu, tribun
III yang dikhususkan untuk perempuan dihargai Rp 1,25 juta, tribun
khusus Rp 1,25 juta, dan Rp2,25 juta untuk tempat duduk di lingkaran
emas. 19 Maret 2012
Promotor Big Daddy memastikan konser
Lady Gaga tetap digelar pada 3 Juni 2012, meski ada kabar jika Majelis
Ulama Indonesia melarangnya. Kata Arif Ramadhoni, Media Relation Big
Daddy Entertainment, secara kelembagaan MUI belum melayangkan surat
pelarangan konser Lady Gaga.
"Fatwa konser Lady Gaga haram hanya pernyataan Ketua MUI secara pribadi," kata Arif.
4 Mei 2012
Front Pembela Islam mulai mengancam menolak kedatangan Lady Gaga ke
Jakarta. Sikap FPI diikuti oleh Lembaga Adat Besar Republik Indonesia
(LABRI) dan Majelis Ulama Indonesia.
Mendapat penolakan itu,
Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli mengatakan pernyataan FPI
terlalu prematur. Sebab sebagai promotor, Big Daddy sendiri belum tahu
konsep panggung dan pakaian Lady Gaga waktu konser nanti. "Konsep belum
diketahui, kok sudah protes saja," kata Rusli.
8 Mei 2012
FPI mengancam akan membubarkan menghadang Lady Gaga di bandara atau
membubarkan konser secara paksa kalau Big Daddy nekat menggelarnya.
Alasan FPI, pakaian Lady Gaga tidak sesuai norma agama dan budaya
Indonesia. Mereka juga menganggap Gaga sebagai penganut aliran setan.
15 Mei 2012
Kepolisian Daerah metro Jaya tunduk pada desakan FPI, LABRI, dan MUI
untuk melarang konser Lady Gaga. Polisi pun mengeluarkan surat
rekomendasi untuk Markas Besar Kepolisian RI untuk menolak rencana Big
Daddy mendatangkan Lady Gaga ke Indonesia.
Kepala Kepolisian RI
Jenderal Timur Pradopo juga mengaminkan surat pelarangan konser itu.
Kata Timur, kedatangan Lady Gaga ke Jakarta tidak memberikan banyak
manfaat. "Saya kira kalau pro kontra lagi, lebih baik tidak (digelar),"
kata Timur di kompleks Istana Negara.
Penyelenggara konser penyanyi pop Lady Gaga, Big Daddy Entertainment,
diperkirakan merugi atas pembatalan mendadak pertunjukan tersebut.
Menurut promotor musik Adrie Subono, biasanya sebulan menjelang konser,
promotor sudah melunasi sisa uang muka 50 persen ke manajemen artis.
"Kalau pembatalan dari penyelenggara, uang yang sudah dibayar tidak
kembali," katanya Selasa 15 Mei 2012.
Adrie, yang kerap
mendatangkan artis internasional, menambahkan, kerugian itu belum
termasuk hal pengembalian uang tiket yang sudah telanjur dijual.
Tercatat 30 ribu tiket konser Lady Gaga bertajuk The Born This Way Ball
di Stadion Gelora Bung Karno, 3 Juni mendatang, ludes terjual dalam
sehari penjualan pada Maret lalu. Total jumlah tiket ada 40 ribu lembar
seharga Rp 465 ribu hingga Rp 2,25 juta per lembar.
Hingga
kemarin, Presiden Direktur PT Prima Java Kreasi (Big Daddy Entertainment
Group) Michael Rusli tidak menjawab saat hendak dimintai konfirmasi
lewat sambungan telepon ataupun pesan pendek. Begitu pula Corporate
Legal Big Daddy Hanny Marpaung memilih berkelit. "Kami belum bisa
komentar apa pun," katanya.
Lady Gaga, yang memiliki nama
lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta, rencananya akan pentas di
Jakarta dalam rangkaian tur dunia yang sudah dimulai sejak 27 April
lalu. Namun rencana itu mendapat reaksi keras dari sekelompok organisasi
kemasyarakatan dan pejabat, sehingga menyebabkan polisi mengeluarkan
larangan.
Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo
menegaskan larangan Lady Gaga untuk singgah. "Banyak mudaratnya daripada
baiknya," ujarnya di Istana Negara.
Dia memastikan keputusan
itu tidak semata-mata karena desakan Front Pembela Islam, yang pernah
mengancam akan menggeruduk ke Bandar Udara Soekarno-Hatta menghadang
Lady Gaga. "Ada suara-suara lain, di mana-mana saya baca (menolak),"
kata Timur.
Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris
Besar Rikwanto, menyatakan Big Daddy telah menyetujui permintaan
pembatalan konser tersebut. Polisi, kata dia, mengundang Big Daddy dalam
pertemuan pada 25 April lalu.
Polda Metro Jaya lalu mengajak manajemen berkoordinasi dalam
refund (pengembalian uang) kepada calon penonton konser. "Belum dipastikan kapan refund dilaksanakan," ujar Rikwanto.